" Nagari Koto Rantang di Forum RBP REDD+ GCF Output 2 "

" Nagari Koto Rantang di Forum RBP REDD+ GCF Output 2 "

29 Agustus 2025 14:59
78 kali dibaca
Padang, 29 Agustus 2025 – Pemerintah Nagari Koto Rantang menghadiri Workshop Sosialisasi RBP REDD+ GCF Output 2 yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama KKI Warsi di Hotel The ZHM Premiere Padang.

Dalam kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kementerian, pemerintah daerah, nagari, akademisi, media, hingga lembaga masyarakat ini, Nagari Koto Rantang hadir lengkap. Walinagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, S.Pd., M.Pd., didampingi oleh Ketua Bamus, Ketua LPHN, dan Ketua KUPS Jelita Koto Rantang.

Dalam penyampaiannya, Walinagari Koto Rantang menegaskan bahwa nagari ini bukan hanya menjaga hutan, tetapi juga menjadi rumah bagi berbagai fasilitas penting. Di Koto Rantang berdiri Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW), satu-satunya di Indonesia yang memantau kualitas udara dan gas rumah kaca dunia. Ada pula Stasiun Bumi BRIN Koto Tabang, yang menjadi pusat riset atmosfer dan pemantauan iklim tropis. Selain itu, nagari ini juga dikenal sebagai kawasan konservasi Rafflesia arnoldii, bunga terbesar di dunia yang tumbuh di Cagar Alam Batang Palupuh.

> “Dengan semua potensi ini, kami berharap program RBP REDD+ bisa benar-benar sampai ke masyarakat tapak. Sebab yang menjaga hutan, merawat alam, dan sekaligus terdampak langsung adalah masyarakat nagari,” ujar Walinagari.

Pada kesempatan itu, Walinagari juga memperkenalkan inisiatif Nagari Iklim Koto Rantang dengan konsep perjorong tematik, antara lain:

Kampung Buah
Kampung Madu
Kampung Zero Waste
Kampung Ternak
Kampung Ikan

Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan nagari terhadap perubahan iklim sekaligus mendorong ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Kehadiran perwakilan Nagari Koto Rantang dalam forum ini menjadi wujud komitmen bersama, bahwa nagari siap mendukung program iklim berkeadilan dan memastikan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.